Malignant Narsissism
Tidak salah koq mengagumi ketampanan, kecantikan, kepandaian, ataupun keelokan diri sendiri, itu menunjukkan kepribadian sehat, yang tidak sehat bahkan bisa jadi bahaya apabila narsisme menghalangi persepsi objektif terhadap realitas, sehingga segala sesuatu yang dimiliki menjadi sangat berharga, sedang yang dimiliki orang lain tidak berharga…nach lo….
Repotnya lagi kalau marsisme ini mengkibatkan hipokondriasis (merasa diri sakit, meski secara fisik tidak ditemukan gangguan fisik) atau memberi perhatian yan obsesif terhadap kesehatan sendiri….waduch, amit-amit semoga saya tidak termasuk dalam golongan ini karena terlalu konsentrasi menurunkan kolesterol yang diatas 200 ini….Semoga orang-orang disekeliling saya juga tidak ada yang menderita hipokondriasis moral atau asyik dengan kesalahan akibat pelanggaran dimasa lalu.
Melihat maraknya sinetron yang menelorkan selebritis-selebritis baru, mendorong meroketnya orang-orang berkepribadian narsis, baik nongol dalam sosok sinetron bahkan bisa kita lihat dipanggung politik negeri tercinta ini.
Orang-orang berkepribadian narsis ini tergantung pada orang-orang tertentu, yang diharapkan dapat mendukung konsep dirinya dengan selalu menyetujui apa saja yang dikatakan dan dilakukan…semoga yang begini tidak terjadi dikantorku ya.
Mereka tampil sebaga orang yang berintegritas, tapi kenyataannya tidak mampu melakukan usaha jangka panjang karena tak tahan bekerjasama dengan orang lain yang berbeda pendapat dengan dirinya, atau menurut anggapannya tidak memiliki moral setingkat dirinya.
Apakah diri kita ini masuk kategori narsis sehata atau bahaya ya?
Ayo kita berinstrospeksi diri.